Dutamasyarakatnews.com, – Sampang — Keberadaan Taman Kota Adipura atau yang lebih dikenal sebagai Taman Bunga (TB) Sampang belakangan ini menjadi sorotan warga. Pasalnya, ruang terbuka hijau yang terletak di depan Kantor Pemkab Sampang itu kerap disalahgunakan oleh pasangan remaja untuk berduaan hingga larut malam.

Kondisi taman yang gelap dan minim pengawasan dinilai menjadi pemicu maraknya aktivitas tak pantas. Salah satu warga sekitar yang enggan disebut namanya mengungkapkan, aksi remaja yang berpacaran hingga dini hari sudah sering terjadi. “Biasanya mereka duduk-duduk berduaan sampai tengah malam. Kami warga berharap ada petugas keamanan yang rutin berjaga supaya bisa mencegah hal-hal tidak wajar,” ungkapnya kepada awak media, Minggu (13/4/2025) malam.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang, Faisol Ansori menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang lampu di sejumlah titik dalam area taman. Namun, ia mengakui bahwa pencahayaan di beberapa bagian masih belum optimal. “Memang ada beberapa titik yang masih kurang terang. Kami akan evaluasi penempatan lampu agar pencahayaannya bisa lebih menyeluruh ke seluruh area taman,” ujarnya.
Terkait fasilitas pendukung lainnya seperti CCTV, Faisol menyebut beberapa titik sudah dipasang namun belum sepenuhnya terhubung dengan sistem pemantauan. “Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar pengawasan di taman ini lebih maksimal,” tambahnya. Ia juga menyoroti pentingnya perawatan rutin agar taman tetap nyaman dan terlihat hidup. “Kami berharap ke depan bisa ada penataan dan perawatan yang lebih intensif.”
Sementara itu, Kasatpol PP Kabupaten Sampang, Suryanto, menyatakan bahwa patroli malam memang rutin dilakukan, namun karena keterbatasan personel dan banyaknya titik pengawasan, kejadian seperti yang beredar di video bisa terjadi di luar waktu patroli. “Misalnya kami di Taman Bunga pukul 9 malam, tapi kejadiannya pukul 10. Patroli sifatnya mobile, tidak mungkin kami diam di satu titik terus,” ujar Suryanto.
Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban di ruang publik. “Kami punya tim TRC yang siap bergerak saat laporan masuk. Tapi kami tidak bisa mengawasi semua tempat. Kami harap masyarakat, RT, RW, hingga tokoh agama ikut membantu dan segera melapor jika melihat kejadian mencurigakan. Jangan hanya divideokan, tapi dilaporkan.”

Terkait penindakan, Suryanto menyebut pendekatan persuasif tetap dikedepankan. “Kalau masih usia sekolah, kami panggil gurunya atau ustazd-nya. Bahkan pernah ada pasangan yang kami nikahkan malam itu juga, tentunya atas persetujuan keluarga,” tambahnya.
Melihat kondisi ini, warga berharap adanya koordinasi yang lebih intensif antara instansi terkait dan masyarakat agar Taman Bunga dapat benar-benar menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan tertib.(Yan/red)












