Dutamasyarakatnews.com, – Sampang – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sampang adalah sekolah Kejuruan favorit dari segenap Sekolah tingkat Kejuruan dan pilihan mayoritas pelajar di Kabupaten Sampang.
Selain itu, diketahui SMKN 1 Sampang adalah sekolah Kejuruan pertama yang ada di wilayah Kabupaten Sampang, sehingga wajar menjadi sekolah Kejuruan favorit hingga memiliki segudang prestasi yang diakui segenap Lembaga pendidikan dan masyarakat luas.
Namun, Pepatah mengatakan, “Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menerpa” memiliki makna filosofis yang dalam. Secara harfiah, pepatah ini menggambarkan bahwa semakin tinggi suatu objek (dalam hal ini pohon), maka semakin kencang pula angin yang akan menghembusinya, itulah SMKN 1 Sampang.
Akhir-akhir ini, SMKN 1 Sampang sedang diterpa angin pemberitaan dari segelintir Media informasi online, yang mana terkesan adanya tendensius, dan jauh dari fakta serta tidak berimbang.
Seperti pada umumnya, dan bukan rahasia lagi banyaknya oknum ormas yang mengaku Wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sering meresahkan masyarakat luas, baik instansi pemerintahan, lembaga pendidikan dan aparatur Kepala desa di berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Sampang beberapa tahun terakhir.
Modus silaturahmi, klarifikasi hingga konfirmasi, namun umumnya banyak menyimpang dari tujuan mulia Wartawan dan LSM yang seharusnya.
Wakahumas dan Waka Kurikulum SMKN 1 Sampang, Aulia Niswa dan Mukadar dengan gamblang mengeluhkan Pemberitaan yang tidak berimbang terkait Lembaga Pendidikan yang menjadi tempat dirinya bertugas menjalani Profesi mulianya itu, ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sampang.
Mewakili Ibu Rahmawati selaku Kepala SMKN 1 Sampang, Ibu Aulia Niswa berharap PWI Sampang bisa meluruskan berita yang tidak berimbang tersebut, dan terkesan mencemarkan nama baik dirinya, Kepala sekolah dan SMKN 1 Sampang.
Dijelaskan Aulia, ada beberapa poin yang dinilai tidak benar, sesuai fakta dan pernyataan dirinya bersama Kepala Sekolah, kepada tiga (3) Wartawan dari Media informasi online yang dua hari terakhir mengkonfirmasi pihaknya di SMKN 1 Sampang.
Pertama terkait dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang jelas transparan dan digunakan sesuai petunjuk teknis yang ada, namun di tuduh terindikasi penyimpangan tanpa ada bukti dasar yang akurat.
Selanjutnya enam ruang laboratorium yang dituding mangkrak padahal saat ini beroperasi secara bergantian karena keterbatasan listrik.
Bahkan, faktanya saat ini sudah lama proses penambahan daya listrik, bukan penurunan daya listrik seperti yang dituduhkan.
Ada juga tuduhan penarikan uang kas oleh pihak sekolah, padahal faktanya tabungan kelas yang sifatnya kesepakatan antar siswa dan dikelola hingga untuk kepentingan siswa sendiri, itupun tidak semua kelas yang berlangsung.
Lanjut Bu Aulia Niswa, tuduhan dari berita-berita selama kepemimpinan Ibu Rahmawati sebagai Kepala SMKN 1 Sampang tidak ada perbaikan sarana dan prasarana sekolah, itu fitnah dan pencemaran nama baik.
Ditambahkan Mukadar, setiap tahun pasti ada peningkatan sarana prasarana seperti perbaikan ruang perpustakaan, laboratorium, kelas, pagar, dan lain-lain berdasarkan skala prioritas, sehingga dirinya menyayangkan berita dari segelintir Media informasi online yang terkesan menyesatkan, fitnah dan pencemaran nama baik SMKN 1 Sampang.
“Kami Kecewa dengan tiga (3) berita yang tidak berimbang, dan menyudutkan SMKN 1 Sampang, padahal saat konfirmasi kami sambut dengan baik dan dijelaskan sesuai fakta yang ada Pak” keluh Mukadar pada PWI Sampang.
Kedatangan Wakahumas dan Waka kurikulum SMKN 1 Sampang ke Kantor PWI Sampang, ditemui langsung Ketua PWI Sampang, Fathor Rahman, S.Sos bersama segenap Pengurus, dari sekretaris, Ketua Bidang Pendidikan dan Olahraga, , serta segenap anggotanya, Selasa (06/05/2025) siang.(F-R/Yan)












