Dutamasyarakatnews.com, _ Sampang – Proses sertifikasi guru dibawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang masih terus berlangsung. Hingga saat ini, ratusan guru madrasah tercatat masih menunggu giliran untuk mengikuti program sertifikasi guna peningkatan kesejahteraan dan mutu pendidikan, Rabu (21/05/2025).
Kepala Kemenag Sampang , Fandi S.Ag, M.H.I., mengatakan bahwa program sertifikasi guru merupakan upaya Pemerintah pusat untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dan memberi penghargaan dalam bentuk tunjangan profesi. Ia juga menyebutkan setiap tahun ada kuota nasional yang terbatas sehingga harus dilakukan pengajuan secara bertahap berdasarkan kriteria dan skala prioritas, ungkapnya.

Lebih lanjut Fandi menjelaskan bagi guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Non-PNS di sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang masih mendominasi daftar tunggu sertifikasi. Kemenag mendorong para guru untuk melengkapi syarat administratif dan mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai tahapan utama menuju sertifikasi. Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di tingkat MTs dsn MA juga diperhatikan, akan tetapi banyak guru di tingkat dasar yang lebih dulu kami usulkan, ujarnya.
Terkait tunjangan Guru, Kepala Kemenag juga mengakui bahwa proses untuk mendapatkan sertifikat Bukti Pemenuhan Beban Dosen/guru memang cukup panjang dan tidak murah. Untuk mendapat sertifikat tersebut sekarang biayanya relatif murah sekitar Rp. 800 ribu dibanding sebelumnya Rp. 5-6 jutaan karena harus dilakukan diluar provinsi. Meski biaya terjangkau pihaknya terus mendorong agar guru madrasah bisa mengikuti sertifikasi dengan tujuan mendapat tunjangan profesi, tegasnya.
Kemenag juga menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan keadilan bagi semua guru yang memenuhi syarat dan sertifikasi tidak hanya dimaknai sebagai hak guru, tetapi juga sebagai kewajiban untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Kami berharap program ini tidak hanya menyasar di kota saja, tetapi juga di daerah pelosok. Pemerataan ini yang kami dorong agar tidak terjadi ketimpangan.
Selain itu ia mempertegas bahwa sinergi Kemenag dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang sangat dibutuhkan untuk memperkuat Sumber Daya Manusia ( SDM) Pendidikan di Madrasah, salah satunya melalui Pelatihan, Bimtek dan fasilitas pengembangan kompetensi guru. Pendidikan di sekolah Madrasah merupakan bagian dari pembangunan daerah untuk lebih baik kedepannya, tutupnya.(Yan/red)












