Dutamasyarakatnews.com, Sampang – Makam baru hasil mimpi yang dibangun oleh salah satu warga setempat bernama Sinol yang terletak di area Bhuju’ Kramat Lanceng, Kelurahan Dalpenang, akhirnya dikembalikan ke kondisi semula. Proses tersebut dilakukan pada Jumat siang (26/9/2025).
Turut hadir dalam kegiatan ini Kabid Kebudayaan Disporabudpar, Lurah Dalpenang, Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparat kepolisian, Satpol PP, Para Kiyai, tokoh ulama, ketua RW 05, ketua RT 04, tokoh masyarakat dan warga setempat yang hadir menyaksikannya.
Lurah Dalpenang, Muhammad Junaidi, mengatakan, langkah ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara pemerintah yang diwakili Disporabudpar Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, para kiyai, ulama, tokoh masyarakat, masyarakat serta pihak pembuat makam baru yang sudah membuat pernyataan resmi diatas materai.
Setelah melalui proses rangkaian panjang, mulai dari pemanggilan pembuat makam, koordinasi ke dinas terkait, saran dan arahan dari tokoh agama, akhirnya kita semua mencapai satu kesepakatan terbaik dalam penyelesaian masalah ini. Tujuannya, untuk kepentingan dan kebaikan bersama. Suasana kondusif, keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga di wilayahnya, ujarnya.

Ditambahkan Junaidi sapaan akrab pak lurah,
Sebelum dikembalikan ke bentuk semula, seluruh pihak terlebih dahulu menggelar tahlil bersama sebagai bentuk penghormatan dan etika kepada Bhuju’ Kramat Lanceng, Syekh Abdurrahman Sholeh. Bertepatan dengan Hari Jum’at manis, mari kita berdo’a bersama untuk almarhum supaya menambah amal ibadah. Doa’ dan Tahlil dipimpin langsung KH. Haris Mosleh dan KH. Zainal Fatah dengan suasana khusuk dan khidmat, ungkapnya.
Masi kata pak lurah,
Dia juga menghimbau kepada masyarakat agar melakukan koordinasi terlebih dahulu sebelum membuat makam baru di area cagar budaya.
“Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat, tegasnya.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disporabudpar Abdul Basith menegaskan, pengembalian makam ke kondisi semula merupakan langkah penting untuk menjaga kelestarian cagar budaya.
“Ini kan cagar budaya, memiliki sejarah yang berharga. Maka langkah ini memang perlu agar tidak merusak sejarah yang ada. Seperti makam kramat Bhuju’ lanceng ini yang sudah ada sejak dulu dan juru kunci yang menjaganya, jelasnya.
Basith sapaan akrab Kabid kebudayaan juga mengatakan, seluruh area cagar budaya di Kabupaten Sampang harus dijaga dan tidak boleh diubah dalam bentuk apapun itu.
“Kalau merawat tidak apa-apa, tapi menambahkan tokoh yang telah meninggal tanpa ada bukti sejarah, itu keliru,” tegasnya.
Basith berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. Semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini. Namun jika masih terjadi, kami pasti akan melakukan tindakan tegas untuk efek jera kepada pelanggarnya. Ada hikmah dibalik ini semua, setelah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak, baik Dinas terkait, Kelurahan dan Kiyai bahwa setiap setahun sekali akan digelar Haul Akbar untuk makam kramat Bhuju’ Lanceng Syekh Abdurrahman Sholeh. Kesepakatan bersama, Haul akan digelar setiap tanggal 4 Robiul Akhir melibatkan warga setempat nantinya, pungkasnya. (Yan/FR).












