Sosial

Gubuk Rapuh Jadi Saksi Perjuangan Hidup Dua Lansia di Desa Nyeloh

×

Gubuk Rapuh Jadi Saksi Perjuangan Hidup Dua Lansia di Desa Nyeloh

Share this article

Dutamasyarakatnews.com , Sampamg – Di tengah geliat pembangunan yang terus digencarkan di Kabupaten Sampang, potret kemiskinan masih terlihat jelas di pelosok desa. Dua lansia kakak beradik, Masdijha (70) dan Patha (60), harus menjalani hari tua dalam keterbatasan di sebuah gubuk rapuh di Dusun Lenteng, Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung.

Bangunan yang mereka tempati berukuran sekitar 5 x 7 meter dan berfungsi ganda sebagai tempat tinggal sekaligus dapur. Dinding dari anyaman bambu yang sudah lapuk dipenuhi lubang, sementara atap rumah kerap bocor sehingga tidak mampu melindungi dari terpaan hujan.

Saat hujan turun, air dengan mudah masuk ke dalam gubuk dan menggenangi lantai. Kondisi ini membuat aktivitas harian mereka terganggu, terutama saat memasak. Di siang hari, suhu di dalam rumah terasa panas menyengat, sementara malam hari udara dingin kerap menusuk tubuh.

Keadaan semakin memprihatinkan setelah Masdijha mengalami patah tulang akibat terjatuh ke dalam sumur. Sejak peristiwa tersebut, ia hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur sederhana tanpa alas yang layak.

Untuk penerangan, keduanya hanya mengandalkan satu lampu listrik yang disambungkan dari rumah tetangga dengan biaya sekitar Rp10 ribu per bulan. Perabot rumah tangga hampir tidak ada, termasuk alas tidur yang memadai.

“Kami hidup berdua saja, tidak punya anak dan tidak ada keluarga lain. Sejak kecil kami sudah terbiasa hidup sendiri,” kata Patha, Minggu (11/1/2026).

Patha mengaku hanya mampu menutup celah-celah dinding gubuk dengan kain seadanya untuk mengurangi air hujan yang masuk. Meski demikian, ia berusaha bertahan hidup tanpa sepenuhnya bergantung pada bantuan pihak lain.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Patha terpaksa menjual satu-satunya sapi yang mereka miliki, terutama setelah kakaknya sakit dan membutuhkan biaya hidup.

“Saya pernah menerima bantuan Rp900 ribu dari kantor pos. Sapi yang kami punya terpaksa dijual setelah kakak saya jatuh dan patah tulang,” ungkapnya.

Penjabat Kepala Desa Nyeloh, Nuning Fanani, membenarkan kondisi dua lansia tersebut. Ia menyebutkan bahwa pihak desa telah mengetahui keberadaan mereka dan memastikan keduanya terdaftar sebagai penerima bantuan kesejahteraan.

“Mereka sudah terdaftar sebagai penerima bantuan dan penyalurannya melalui PT Pos Cabang Kedungdung. Dari desa juga ada perhatian,” ujarnya (sof)

ChatGPT dapat membuat kesalahan. Periksa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *