KriminalPendidikan

Guru MI di Kedundung Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Amankan Dua Pria Berinisial S dan R

×

Guru MI di Kedundung Jadi Korban Penganiayaan, Polisi Amankan Dua Pria Berinisial S dan R

Share this article
Polres Sampang Berhasil Mengamankan Terduga 2 Pelaku Penganiayaan, Berinisial S dan R, Terhadap Abd Rozzak, Seorang Guru Tugas di Sekolah MI Wilayah Desa Pajeruan Kecamatan Kedundung, Kab. Sampang.

Dutamasyarakatnews.com, – SAMPANG – Aksi kekerasan menimpa seorang tenaga pendidik berinisial AR, guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Dusun Manggar, Desa Pajeruan, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, kamis (05/02/2026) sore.

Korban yang sedang menjalankan tugas pengabdian tersebut diduga menjadi sasaran penganiayaan oleh dua orang pria menggunakan senjata tajam.

Luka dan Lebam Abd Rozzak akibat Penganiayaan Wali Santri Terduga Pelaku, dengan Sajam beberapa waktu lalu.

Insiden ini memicu keprihatinan mendalam dari kalangan santri dan alumni pondok pesantren di Sampang.

Korban AR, yang dikenal sebagai sosok pengajar yang santun, saat ini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka yang dideritanya.

Merespons kejadian tersebut, jajaran Polres Sampang bergerak cepat. Di bawah arahan Kapolres Sampang AKBP Hartono dan Kasatreskrim Iptu Fajri Alim, polisi berhasil mengamankan dua pria terduga pelaku pengeroyokan berinisial S dan R dalam waktu singkat.

“Penangkapan cepat ini kami apresiasi setinggi-tingginya. Ini penting untuk menjaga marwah guru dan memberikan rasa aman di masyarakat,” ujar IS, salah satu perwakilan alumni pesantren, Senin (09/02/2026).

Menurut IS, tindakan kekerasan terhadap pendidik bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga mencederai norma adab dan agama yang dijunjung tinggi di Kabupaten Sampang. Ia menegaskan bahwa para alumni lintas generasi akan terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas.

Hampir sekujur tubuh Lebam dan Luka Serius bagian belakang, Abd Rozzak Seorang Guru Tugas di Sekolah MI Wilayah Desa Pajeruan Kecamatan Kedundung Kab. Sampang

“Kami menuntut proses hukum yang adil dan transparan sebagai efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali, terutama di lingkungan pendidikan,” tambahnya.

Meski dalam kondisi pemulihan, dedikasi AR sebagai pendidik tetap terlihat. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban masih sempat menanyakan kondisi murid-muridnya di madrasah, yang saat ini merindukan kehadirannya di kelas.

Pihak keluarga dan rekan sejawat berharap proses pemulihan AR berjalan lancar. Sementara itu, kepolisian masih terus mendalami motif di balik aksi penganiayaan tersebut untuk memastikan penegakan hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku. (Sof/F-R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *