Pemerintah dan Politik

Akselerasi Kemandirian Pangan: 93 Koperasi “Merah Putih” di Sampang Ditargetkan Rampung April 2026

×

Akselerasi Kemandirian Pangan: 93 Koperasi “Merah Putih” di Sampang Ditargetkan Rampung April 2026

Share this article
Dandim 0828 Sampang, Letkol Czi Dika Catur Yanuwar Anwar Saat di Konfirmasi Fathor Rahman, Penasehat PWI Sampang, Rabu (18/02/2026)

Dutamasyarakatnews.com, – SAMPANG – Pemerintah Kabupaten Sampang bersama Kodim 0828 Sampang tengah memacu pembangunan infrastruktur pendukung program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG). Proyek strategis ini diintegrasikan dengan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan “Merah Putih” yang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus penjamin ketersediaan bahan pangan di tingkat akar rumput.

Dandim 0828 Sampang, Letkol Czi Dika Catur Yanuwar Anwar, S.T., menegaskan bahwa koperasi ini adalah solusi preventif untuk mengatasi potensi kelangkaan stok bahan baku pangan di daerah. “Kami berupaya agar perputaran uang tetap berada di wilayah setempat, sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat desa,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dandim 0828 Sampang, Letkol Czi Dika Catur Yanuwar Anwar Saat Foto Bareng Segenap Anggotanya dan Pengurus Koperasi Merah Putih Kel. Dalpenang Kec. Sampang dan Penasehat PWI Sampang, Fathor Rahman.

Capaian Strategis dan Target Pembangunan

Hingga Februari 2026, tercatat progres positif pada beberapa titik pembangunan infrastruktur MBG di Kabupaten Sampang:

Status Fisik: Dari target 93 titik Koperasi Merah Putih, sebanyak empat lokasi telah tuntas 100%, yaitu di Kelurahan Dalpenang, Desa Aeng Sareh, Desa Taden, dan Desa Tanggumong.

Target Final: Seluruh paket pembangunan sisa ditargetkan selesai secara komprehensif pada akhir April 2026.

Operasional Dapur: Saat ini, 86 unit dapur MBG telah beroperasi aktif untuk melayani pemenuhan gizi masyarakat setempat.

Tantangan Teknis dan Solusi Integratif

Meski berjalan sesuai jadwal, pihak penyelenggara mengidentifikasi dua kendala utama di lapangan:

Krisis Material Nasional: Pembangunan serentak di tingkat nasional memicu kompetisi ketersediaan stok material di pabrikan. Tim pelaksana kini melakukan langkah proaktif dengan mencari sumber suplai alternatif di luar wilayah agar pengerjaan tidak terhenti.

Standarisasi Lahan: Aturan mewajibkan setiap unit koperasi berdiri di atas lahan minimal 600 meter persegi. Namun, banyak Tanah Kas Desa (pencaton) di Sampang yang tidak memenuhi kriteria luas tersebut.

Menanggapi kendala lahan, tim pelaksana meningkatkan koordinasi dengan Forkopimda dan Bupati Sampang untuk menempuh mekanisme tukar guling, skema pinjam pakai lahan Pemerintah Daerah, hingga optimalisasi lahan kedinasan.

Dandim 0828 Sampang, Letkol Czi Dika Catur Yanuwar Anwar optimis dengan sinergi para Kepala Desa dan semangat gotong royong warga, target 93 titik pada April mendatang dapat tercapai dengan kualitas maksimal.

Inovasi Sistem Padat Karya dan Dukungan Infrastruktur

Pembangunan koperasi ini mengedepankan Sistem Padat Karya, yang menyatukan sinergi anggota Babinsa dengan tenaga tukang lokal untuk memperkuat ekonomi warga selama masa konstruksi. Di sisi lain, aspek kelistrikan turut diperkuat melalui kerja sama dengan PLN untuk penambahan trafo di titik-titik isolasi guna menjamin kestabilan daya saat koperasi dan dapur MBG beroperasi penuh.

“Kami optimis dengan sinergi para Kepala Desa dan semangat gotong royong warga, target 93 titik pada April mendatang dapat tercapai dengan kualitas maksimal,” pungkas Letkol Czi Dika Catur Yanuwar Anwar. (Sof/F-R)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *