Dutamasyarakatnews.com, – SAMPANG – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Buker Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang, diduga kuat di pungut liar (Pungli) oleh oknum Aparatur Desa setempat.
Hal ini mencuat dari sejumlah warga desa penerima bantuan, yang mengaku dimintai uang senilai seratus ribu Rupiah (Rp. 100.000), sebagai syarat pengambilan BLT DD di Kantor Bank Sampang pada Selasa (29/07/2025).
Salah satu penerima BLT DD Buker, Hj. Hofiyah, Warga dusun Masaran, Desa Buker, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, dengan gamblang menceritakan rincian pungutan liar (Pungli) dimaksud.
Menurutnya, awalnya di infokan sumbangan uang sebesar dua puluh lima ribu, namun sesampainya dilokasi di mintai lima puluh ribu untuk transportasi ke Kantor Bank Sampang.
Lain itu ada potongan lima puluh ribu lagi usai mengambil BLT DD, sehingga tunai seratus ribu rupiah yang di pungut liar oleh apel bernama Nasir dan Badrun, tutur Hj. Hofiyah.
Diketahui, Nasir adalah apel dari dusun Banguy, dan Badrun Apel dusun Masaran, Serta Surodi atau Rodi dari dusun Taroghen, yang juga dibantu Fathulloh sebagai eksekutor Sopir Mobil transportasi ke Bank Sampang.
Dikonfirmasi melalui telepon dan pesan WhatsApp, Abdus Sodik mengakui adanya pemotongan dimaksud.
Namun mengaku hanya Rp. 50.000 (lima puluh ribu) saja, itupun untuk transportasi dari desa ke kantor Bank Sampang, dimana hanya 18 orang saja yang ikut dan dipotong, selebihnya Sodik mengakui tidak tau, jelasnya.
Sementara BLT DD yang diterima adalah total tiga bulan terakhir, yaitu bulan April, Mei dan Juni sebesar Rp.900.000, (Sembilan ratus ribu rupiah), dimana penerimaan BLT DD setiap bulan sebesar Rp. 300.000 (Tiga ratus ribu rupiah).
Artinya, warga yang menerima Rp. 900.000 (Sembilan ratus ribu rupiah) dari Bank Sampang tersisa Rp. 800.000 (Delapan ratus ribu rupiah) setelah dipotong Rp. 100.000 (Seratus ribu rupiah), papar Hj. Hofiyah.
Menyikapi hal tersebut, Hj. Hofiyah bersama warga lainnya mengaku keberatan Pungli dimaksud, dengan harapan bisa dikembalikan separuh. Karena menurutnya tidak wajar kalau uang Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) itu, untuk transportasi saja, pungkasnya.
Terpisah, Penjabat (PJ) Kepala Desa Buket, Musawir yang dikonfirmasi melalui telepon pribadinya menjelaskan balik, bahwa dirinya tidak bisa berbuat banyak, dimana semua bantuan apapun di desa di lakukan oleh mantan Kepala Desa Buker, Abdus Sodik yang dikenal sebagai Mentor desa, jelasnya.
Sekedar diketahui, BLT DD adalah program bantuan sosial dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Dana Desa kepada keluarga miskin di desa. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak ekonomi dan sosial, terutama akibat pandemi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. (Yan/F-R)












