Dutamasyarakatnews.com, -SAMPANG – Visi besar Kapolres Sampang, AKBP Hartono, untuk membangun sinergi dengan insan pers lewat program “Piramida” (Ngopi Bareng Kapolres dan Media) kini justru menuai polemik. Alih-alih menjadi jembatan komunikasi, program ini dituding hanya menjadi “macan kertas” akibat dugaan pembangkangan massal di tingkat Kapolsek.
Sejak diinstruksikan pada awal Februari 2026, mayoritas Kapolsek di 14 Kecamatan yang ada belum melaksanakan agenda rutin tersebut.
Bahkan hasil investigasi dutamasyarakatnews.com, baru Polsek Kecamatan Torjun dan Jrengik yang sudah menjalankan Program PIRAMIDA, sebagaimana instruksi Kapolres AKBP Hartono.
Sementara Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, secara mengejutkan mengaku tidak tahu-menahu soal progres pelaksanaan instruksi Kapolres di tingkat kecamatan.
Menyikapi hal tersebut, Fathor Rahman yang akrab disapa Mamang, sebagai Ketua Media Center Sampang, sekaligus Penasehat PWI Sampang menyayangkan inkonsistensi ini. Ia mencatat AKBP Hartono baru dua kali menggelar Piramida sejak menjabat Januari 2025 silam.
Tak hanya soal kemandekan program, aroma dugaan diskriminasi juga menyeruak. Muncul tudingan bahwa pelaksanaan Piramida di tingkat Polres bersifat tidak inklusif dan hanya mengundang insan Pers dan organisasi media tertentu. Hal ini dinilai mencederai marwah pers sebagai kontrol sosial.
“Pers bukan pemanis seremoni. Jangan hanya dirangkul saat kepolisian butuh atau sedang ada isu yang ingin diredam,” tegas Fathor Rahman.(Sof/F-R)


