Dutamasyarakatnews.com, Sampang – Bencana banjir kembali terjadi di Kabupaten Sampang, pada hari Minggu (04/01/2026).
Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Hulu, tepatnya di Kecamatan Karang Penang dan Robatal pada hari Sabtu (03/01/2026), menyebabkan sungai kamuning meluap dan menggenangi beberapa Desa dan ruas jalan utama di kota Sampang.
“Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, menyampaikan bahwa pihaknya memastikan kondisi saat ini masi dalam keadaan aman terkendali. Banjir pada hari ini dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah utara dan berlangsung cukup lama. Sehingga, mengakibatkan Sungai Kamuning meluap dan menggenangi beberapa desa dengan ketinggian air yang bervariasi.
“Adapun desa yang terdampak banjir yaitu Desa Banyumas, Pangilen, Kamuning dan Panggung,” ujarnya.
Masi kata Mohammad Hozin, untuk Desa Banyumas ketinggian air sekitar 70 cm, Pangilen 50 cm, Kamuning 40 cm dan Panggung 30 cm. Selain permukiman, banjir juga menggenangi Jalan Raya Panggung dengan ketinggian air 10 cm, Jalan Raya Imam Bonjol sekitar 10 cm dan Jalan Pemuda Satria 10 cm. Dengan kondisi tersebut, kendaraan masi dapat melintas tetapi dengan hati hati.
“Dari data kami mencatat, jumlah KK terdampak banjir yang ada di Desa Pangilen tepatnya, Dusun Beben 10 KK dan Dusun Raduy 20 KK. Desa Banyumas ada ada empat Dusun yang terdampak yaitu Dusun Kajuk 55 KK, Dusun Lenteng 30 KK, Dusun Prajin 34 KK dan Dusun Trogen 19 KK. Sementara itu, Desa Kamuning ada tiga Dusun yang terdampak banjir, Dusun Perreng 75 KK, Dusun Tiban 80 KK dan Dusun Nandi 25 KK,” jelasnya.

Ditambahkan Kasi Kedaruratan dan Logistik, pihaknya juga melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dan warga yang harus mengungsi. Kami juga melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan terus memantau perkembangan di lokasi. Bantuan logistik sudah disalurkan melalui Destana untuk warga yang terdampak banjir.
Saat ini Kabupaten Sampang berada di status siaga 2 kebencanaan. Kondisi air Hulu berada pada level normal dengan ketinggian air 4.20 meter menurut alat Early Warning System (EWS). Cuaca terpantau cerah dan tidak ada pengungsi.
“Kami mengimbau kepada masyarakat tetap waspada, karena cuaca tidak menentu. Segera melapor jika debit air meningkat dan kondisi darurat lainnya,” pungkasnya. (Sof)












