Dutamasyarakatnews.com, – JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberikan penghargaan kepada 32 Satuan Kerja (Satker) yang berhasil meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) serta Wilayah Tertib Administrasi Berintegritas (WTAB) tahun 2026.
Penghargaan ini diserahkan langsung di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Langkah ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Satker dalam membangun tata kelola yang akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah titik akhir, melainkan tantangan untuk menjaga konsistensi kinerja.
“Satker ini menunjukkan komitmen kuat untuk perbaikan layanan. Namun perlu diingat, setelah mendapatkan penghargaan, Bapak/Ibu tetap memiliki tanggung jawab besar dalam melanjutkan tugas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dalu dalam sambutannya.
Dalam laporannya, Sekretaris Inspektorat Jenderal ATR/BPN, Sutaryono, merinci para penerima penghargaan tahun ini:
Predikat WBBM: Diraih oleh Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Denpasar (predikat tertinggi dari Kementerian PAN-RB).
Predikat WTAB: Diraih oleh 31 Satker, yang terdiri dari Kanwil BPN Provinsi D.I. Yogyakarta, Kanwil BPN Provinsi Bali, serta 29 Kantor Pertanahan lainnya.
WTAB merupakan instrumen penilaian internal Kementerian ATR/BPN untuk mendorong Satker menuju zona bebas korupsi sebelum melangkah ke level nasional (WBK/WBBM).
Apresiasi juga datang dari pihak eksternal. Plt. Asisten Deputi Kementerian PAN-RB, Kamaruddin, berharap Satker yang terpilih mampu menjadi role model bagi unit kerja lainnya.
“Ini tidak berhenti dengan menerima predikat saja, tapi bagaimana memperluas replikasi terobosan dan inovasinya. Kami harap jajaran ATR/BPN terus memperkuat orientasi pada hasil dan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Kamaruddin.
Acara ini turut dihadiri oleh Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Virgo Eresta Jaya, Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi, Deni Santo, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.(GE/JR/RT)












