dutamasyarakatnews.com Sampang – Menyambut tahun baru 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang fokus pada Nilai Spiritual dan keagamaan. Hal ini di sampaikan Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi dan Wakilnya, H. Akhmad Mahfudz, Minggu (28/12/2025).
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menyatakan kesiapannya untuk mengonsolidasikan tokoh agama dan masyarakat, untuk menyemarakkan malam tahun baru dengan nilai spiritual atau ibadah kepada Allah SWT. Dibandingkan dengan hura-hura yang banyak mudharatnya, mungkin
dengan perbanyak ibadah dan doa bersama adalah simbol penguatan nilai kemanusiaan dan spiritualitas di tengah tantangan bencana yang meluas, seperti di Aceh dan Sumatera baru-baru ini.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat berkumpul dalam khidmat doa. Kita memohon keselamatan bagi Bumi Trunojoyo dan Jawa Timur agar dijauhkan dari marabahaya di tahun yang baru,” ujarnya.
Masi kata Aba Idi, sapaan akrab H. Slamet Junaidi, menyampaikan bahwa ancaman Cuaca Ekstrem dan Data BMKG setidaknya menjadi perhatian bersama, sebelum terjadi musibah atau bencana terhadap kita semua, serta tidak lupa seringkali berdoa.
Selain faktor empati, pertimbangan keselamatan menjadi alasan krusial. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jawa Timur, termasuk Sampang, kini tengah memasuki puncak musim hujan dengan risiko cuaca ekstrem yang tinggi, paparnya.

Ditambahkan Bupati Sampang, berikut adalah proyeksi curah hujan yang dirilis BMKG, dimana bulan Desember 2025 akan terjadi Curah hujan mencapai 20%.
Januari 2026, Diprediksi melonjak tajam hingga 58%, dan Februari 2026, di perkirakan mulai melandai ke angka 22%.
Tingginya probabilitas hujan pada Januari 2026 meningkatkan risiko bagi keselamatan warga yang berkerumun di ruang terbuka. Ia mengingatkan agar warga lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
“Kondisi cuaca masih berpotensi ekstrem. Jadi, pergantian tahun lebih tepat diisi dengan doa dan refleksi bersama di tempat yang aman,” tegasnya.
Terpisah, Wakil Bupati Sampang, H. Akhmad Mahfudz berharap malam pergantian tahun baru menjadi momen menuju perayaan berbasis religiusitas.
Melalui kebijakan ini, Kabupaten Sampang berupaya menjadi pelopor perayaan tahun baru yang berbasis pada nilai religiusitas dan kepedulian sosial. Langkah ini diharapkan mampu membawa semangat baru bagi masyarakat untuk menghadapi tantangan di tahun mendatang.
“Mari kita sambut 2026 dengan doa dan harapan. Semoga kita diberi kekuatan untuk bangkit bersama,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Sampang itu, seirama dengan himbauan Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, Jum’at (26/12/2025).
Dalam keterangannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah, mengatakan bahwa dimana pada malam pergantian tahun 2026 di Jawa Timur, dipastikan akan berlangsung tanpa hiruk-pikuk kembang api. Ia secara resmi mengimbau seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk meniadakan perayaan hura-hura dan menggantinya dengan doa bersama sebagai bentuk empati terhadap bencana nasional.
Selain itu, Khofifah berharap adanya Solidaritas dari seluruh warga Jawa Timur untuk Aceh dan Sumatra, yang baru tertimpa musibah bencana.
Keputusan ini diambil menyusul duka mendalam yang menyelimuti Indonesia akibat musibah banjir bandang di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Ia juga menegaskan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk berpesta.
“Pergantian tahun sepatutnya kita maknai dengan keprihatinan. Saudara-saudara kita di beberapa daerah sedang mengalami duka dan ujian berat. Sudah sepatutnya kita hadir dengan empati dan kepedulian,” ungkapnya.(Sof/F-R)












